Arsip Bulanan: Maret 2014

Copas dari http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2014/03/14/mengenai-bunuh-diri-dan-hukumnya-dalam-agama-islam-641405.html

Sering sekali kita mendengar perkataan bunuh diri. Bunuh diri adalah mengakhiri kehidupan yang di anugrahi oleh Tuhan dengan melakukan tindakan (disensor). Individu yang melakukan dan berpikiran untuk bunuh diri, biasanya berawal dari adanya stres yang didapat di lingkungannya. Ada yang karena kehausan akan kasih sayang dari orang tua, kehilangan yang disayangi, direndahkan, tiada dihargai, merasa sendirian (lonelyness), bingung dan merasa hopeless (putus asa) dalam mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapinya.

Dalam Islam, terdapat beberapa hukum (dalil) mengenai bunuh diri.

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha penyayang kepadamu” (QS An-Nisa’ ayat 2)

“Barangsiapa menjatuhkan dirinya dari sebuah gunung sehingga membunuh dirinya, maka di dalam neraka jahannam selama-lamanya melakukan penjatuhan diri dari sebuah gunung. Barangsiapa yang meminum racun sehingga membunuh dirinya, maka racunnya akan berada di tangannya. Dia akan meminumnya di dalam neraka Jahannam. Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besinya akan berada di tangannya dan di dalam neraka jahannam yang kekal selamanya ia akan menikam perutnya”. (H.R.Bukhori,no.5778; Muslim, no.109; dari Abu Hurairah; lafazh bagi Bukhari).

Kenapa harus melakukan bunuh diri?  Kita itu diciptakan oleh Tuhan pasti ada tujuannya.

Sumber referensi : majalah As-Sunnah upaya menghidupkan sunnah edisi 03 thn.XIII, Juni 2009.

Cara bertahan hidup dalam keluarga terblended

Berada dalam keluarga yang terblended pasti sulit untuk melakukan yang namanya penyesuaian dan penerimaan diri. Hal ini dapat menyebabkan gangguan dalam Psikologi. Terblended disini maksudnya adalah sensasi yang muncul saat mengalami kondisi dimana kedua orang tua memilih untuk bercerai dan anak tinggal dengan salah satu pihak.

Lalu, untuk bertahan gimana? Berikut tipsnya :

  1. Jadilah Realistis (Ibu/Ayah/saudara baru adalah tekanan dalam hidup, tapi dengan perilaku yang benar, dengan menjadikan tekanan sebagai suatu kesenangan, tiada melakukan jatuh atau bangun cinta dengan saudara tiri, butuh waktu untuk melakukan penerimaan dan penyesuaian diri, ingatlah semua orang di dalam keluarga pasti membutuhkan pengalaman untuk berubah juga, ingat bahwa kamu/kita tidak sendirian/feeling lonely)
  2. Terbukalah (Bukalah hati, bukalah pikiran, dan seraplah pengalaman baru)
  3. Jadilah toleran (Ikuti aturan, lihatlah dengan cara yang cerdas, lihat kondisi, bantulah sesama, tanpa adanya toleransi mustahil didapatkan dimanapun anda berada)
  4. Lihatlah itu sebagai permulaan yang menyegarkan/baru

Sumber : C’n S Cool ‘n Smart English Teen Magazine vol.14 No.02 March-April 2014 Halaman 31

Copas di http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2014/03/14/tips-bertahan-hidup-dalam-keluarga-terblended-641340.html

Mencegah perilaku penyimpangan dan kerusakan pada anak

Seringkali didapatkan bentuk peremehan dan kesalahan dalam mendidik anak yang bisa menyebabkan timbulnya perilaku penyimpangan dan kerusakan pada anak. Salah satu contoh dari perilaku penyimpangan tersebut adalah fenomena cabe-cabean.

Untuk mencegah hal tersebut, maka saya menuliskan ini. Kita haruslah tahu pola asuh apa sajakah yang melahirkan generasi yang seperti itu.

Berikut adalah pola asuh yang kurang tepat

    1. mendidik anak untuk menjadi penakut dan pengecut (menakut-nakuti dan mengancam ketika anak menangis atau saat anak rewel supaya diam, pendidik berkeluh kesah, melakukan tindakan kekerasan yang direkam oleh anak dalam alam bawah sadarnya)
    2. mendidik anak untuk bersikap serampangan dan mudah mencela orang lain (merendahkan orang lain), dan menanamkannya sebagai sebuah keberanian
    3. mendidik anak dengan membiasakan mereka hidup mewah dengan kenikmatan dan kesenangan (cetakannya adalah generasi yang kurang perduli atau kurang perhatian sama orang lain termasuk saudaranya sendiri dan cenderung mementingkan kepentingannya sendiri)
    4. selalu memberikan apa yang diinginkan anak (memanjakannya)
    5. selalu memberi apa yang diinginkan anak jika mereka menangis, terutama anak kecil (bibit temper tantrum)
    6. bersikap keras kepada anak secara berlebihan (memukul, dan lainnya)
    7. pelit pada aak
    8. kurang dalam memberikan kasih sayang yang seharusnya diberikan oleh orang tua kepada anaknya (hal ini mengakibatkan ia mencari kasih sayang yang tiada mungkin didapatkan dengan melakukan pelarian yakni dengan melakukan pacaran, dan untuk sedikit opini mengenai pacaran, dapat dilihat di https://tyasetarabitansardjono.wordpress.com/2014/03/13/esensi-atau-makna-pacaran/)
    9. hanya memperhatikan lahiriah saja (seperti memberikan makanan yang baik, minuman yang enak, pakaian yang bagus, sekolahan yang tinggi, meminta untuk melakukan berpenampilan indah di hadapan orang lain)
    10. berlebihan dalam berbaik sangka terhadap anak (terlalu percaya, tidak melakukan pertanyaan yang dilontarkan ke anak, tidak pernah meneliti keadaan mereka, tidak mengenal siapa sajakah teman mainnya)
    11. berlebihan dalam berburuk sangka terhadap anak (membongkar lemari, mencari-cari kesalahan, menyuruh diam saat anak melakukan curahan hati alias curhat, selalu menuduh anaknya, yang disertai sikap untuk kurang mau melakukan pemaafan atas ketergelinciran dan kekeliruan anaknya)
    12. membeda-bedakan anak (membandingkan anak antar anak, membedakan dengan kondisi tetangga, membedakan antar anak dalam materi dan kasih sayang sehingga timbullah kekurang adilan, dan lain sebagainya)
    13. kurang senang dengan anak perempuan
    14. memberikan nama-nama buruk atau nama yang khusus yang memberatkan (memberatkan disini contohnya adalah memberikan nama dengan nama “Allah”, “Al-Ahad”, “Ar-Rahman”,”Al-Khaliq”, dan lain-lain)
    15. tinggalnya orang tua di luar rumah dalam jangka waktu yang lama
    16. mendoakan keburukan untuk anak-anaknya (contohnya : mendoakan kecelakaan untuk anaknya, dengan mengatakan kamu akan jadi gila, atau kamu akan menjadi cewe murahan, dan segelintir doa lainnya yang masih banyak bentuknya)
    17. mendidik anak kepada berbagai perkara rendahan yang tidak bermanfaat, ucapan-ucapan buruk dan akhlak-akhlak rendahan
    18. melakukan kemungkaran di hadapan anak (merokok, mencukur jenggot, membuka baju, mendengarkan musik, melihat film-film rendahan, dan lainnya)
    19. membawa kemungkaran ke rumah
    20. banyaknya percekcokan (pertengkaran) dalam rumah tangga, antara suami dan istri, termasuk anak antar anak
    21. kontradiksi pada diri orang tua (anaknya jujur tapi orang tuanya pembohong, plin-plan)
    22. menyerahkan pendidikan dan pengasuhan anak kepada para pembantu
    23. membiarkan anak perempuan pergi sendirian memasuki pasar tanpa didampingi mahram (sejenis kelamin atau saudara)
    24. membiarkan telepon atau ponsel di dalam rumah tanpa adanya pengawasan
    25. membiarkan bebas bacaan anak (tidak memperhatikan)
    26. meremehkan anak dan tidak mmeberikan semangat kepada mereka
    27. tidak perduli, tidak memperhatikan alias mengacuhkan pendidikan anak untuk memikul sebuah tanggung jawab
    28. sedikit perhatian orang tua dalam dunia pendidikan anaknya

Sumber Referensi : Nikah Sakinah Inspirasi Rumah Tangga Islam volume 10, No.6. 15 September 2011. Ramadhan-Syawal 1432 Hijriah. Free lembar pendidikan anak yaa bunayya 16 halaman.

Dimana, sumber ini mempunyai sumber rujukan yakni :

At-Taqshir fi Tarbiyatil Aulad, Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd.

Tulisan ini pernah diterbitkan di http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2014/03/13/mencegah-perilaku-penyimpangan-dan-kerusakan-pada-anak-641249.html

Esensi atau makna pacaran

Duh ya….sebel lihat beda kelamin menempel.

Kenapa?

Aduuuh….nafsu diperlihatkan di depan umum! Gila! Sudah hilang urat malunya, berani di depan umum, melakukan bergandengan tangaan, ciuman, pelukan, di rangkul, mojok, nonton bioskop gelap-gelapan, memajang foto, melakukan raba-raba bahkan melakukan sesuatu yang hanya di Halalkan pada saat setelah kita menikah (sensor).

Ya ampun neraka! hiii tahuuuut iiih!!! Udah gitu, pasti dah tuh jadi bahan pembicaraan orang alais gosip. Walhasil, kalau ada pihak yang perduli dan kasihan, mereka akan cenderung menasehati untuk melakukan perubahan pada diri dan pasangan itu. Tapi, seringkali, hanya dianggap omong kosong belaka dan lebih memilih terjun bebas.

Yah sudahlah bila emang di nasehati kurang mau, terima sajalah resikonya. Yah, paling-paling terjadi stres, apalagi kalau sampai hamil di luar nikah terus pasangan lari dari tanggung jawabnya atau tiada mendapatkan restu dari orang tua kedua belah pihak. Saat hamil, emosi harus dijaga benar-benar, Kalau tidak, yah…anaknya akan terganggu secara Psikologis. itu sih menurutku, menurutmu?

Mengenali dan Mengatasi Rasa Malas

Malas adalah penyakit yang mungkin disebabkan karena reaksi emosi negatif, khususnya marah terhadap suatu perilaku yang dilakukan oleh diri sendiri, maupun oleh orang lain. Ini adalah suatu kewajaran, namun apabila dibiarkan bisa merugikan banyak kalangan.

Malas biasanya berupa : malas beribadah, malas bekerja, malas menuntut ilmu. Untuk mengatasi malas beribadah, kita dapat melakukan beberapa cara yakni

    1. ingatlah kematian selalu menghantui kita setiap detik,
    2. bacalah kita suci sesuai kepercayaannya masing-masing,
    3. bacalah shirah nabawiyah (untuk Islam) naupun jusah para sahabat dan para pahlawan Islam,
    4. kunjungi dan mintalah nasihat kepada orang untuk diberikan semangat dan nasihat,
    5. lakukan refreshing,
    6. paksakan diri

Nah, kita juga harus mengenali apa sajakah penyebab lain rasa malas selain emosi negatif yang akhirnya membentuk stigma negatifdan membuat mental blocking bagi diri sendiri. Berikut beberapa hal lain yang menyebabkan

    1. lemahnya iman (kepercayaan),
    2. kemaksiatan pada Tuhan (kalah sama hawa nafsu dan menjadi budaknya),
    3. melakukan kelalaian terhdap hakikat ibadah (beribadah dengan membawa perasaan bahwa hal tersebut hanyalah ritual atau sebuah rutinitas harian belaka),
    4. memakan makanan haram/didapat dari hasil mencuri,
    5. memiliki teman yang buruk,
    6. kekurang perduliannya orang sekitar (misalnya istri ditinggal oleh suami yang meninggalkan bekas sampah di rumahnya setelah ia dan teman-temannya pergi keluar setelah berasyik-asyikan saat bercengkrama).

Salah satu dampak buruk dari kemalasan adalah stres akibat pekerjaan yang menumpuk, tempat kerja/rumah yang berantakan seperti kapal pecah.

Sumber Referensi : Nikah Sakinah Inspirasi Rumah Tangga Islam volume 10, No.6. 15 September 2011. Ramadhan-Syawal 1432 Hijriah. Free lembar pendidikan anak yaa bunayya 16 halaman.

Di tempel dari http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2014/03/13/mengenali-dan-mengatasi-rasa-malas-641233.html

Copy Write Mengenali Kesombongan

Depok-10/03/2014 pukul 05:10 AM WIB

Selamat pagi,

Mohon maaf mengganggu,

Mohon izinkan saya menulis untuk dibaca, hanya untuk berbagi.

Pasti, banyak yang sudah mengetahui apakah kesombongan itu. Tapi, ini akan saya/aku angkat. Kenapa? Ini penting karena bisa menghambat kesuksesan yang seharusnya bisa lebih meledak lagi.

Kesombongan sering kali berada di alam bawah sadar yang akhirnya membuat kita berperilaku dalam keadaan sadar maupun kurang sadar.

Orang sombong, memeliki ciri :

1. Kurang mau mendengarkan

2. Merendahkan orang lain (berkata “alaaaah, dia kan cuma anak kecil tahu apa sih?”, “Dia kan belum berpengalaman dan kurang mengerti terutama soal aturan” )

3. Mengungkit kebaikan yang telah kita perbuat (berkata “Kan karena aku bantu masuk kerja, makanya kamu sukses”, atau “Kami sudah bersusah payah menghidupi kamu”)

4. Pamer, menunjukkan dan menonjolkan kelebihan yang ia punya seperti kekayaan, ilmu berupa teori-teori, kerupawanan, kompentensi dengan tujuan “Ingin di puji” sebagai sesuatu yang membanggakan untuk dirinya ataupun lingkungan

5. Mendiamkan dan tiada berespon

6. Mencari-cari kesalahan

7. Tiada mau melakukan komunikasi secara interpersonal, asertif

8. Menutup diri terhadap masukan (dalam istilah Psikologi dikenal dengan defence mechanism)

9. Merasa bisa mengubah

10. Merasa banyak yang akan menerima

11. Mengorbankan orang lain

12. Egois

13. Pengeluh

14. Ingin di-aku-i (nyampur deh sama emosi marah)

15. Berkata kasar atau kurang santun

16.Melanggar aturan Agama, Moral, Politik, yang akhirnya membuat diri di perlakukan Psikososial atau dimanfaatkan untuk modus tertentu

17. Memperlihatkan bahwa dirinya lemah

18.Merasa dirinya paling benar

19. Suka berprasangka buruk/su’uzon

Penyebab kesombongan :

1.Pernah mengikuti seminar/workshop terutama yang Hebat dan dicari banyak orang

2.Mendapatkan penghargaan

3. Pujian

4.Lupa kalau diri pernah memulai dari nol, bahkan minus

5.Lupa kalau diri yang mandiri dan suksespun butuh bantuan orang lain karena setiap individu pasti mempunyai keterbatasan yang sebenarnya bisa saling melengkapi

6. Adanya trauma pada dirinya yang akhirnya mengulangi kesalahan yang sama, sekalipun pernah melakukannya baik oleh sendiri, maupun oleh orang lain

7.Ditutup mata dan hatinya oleh Tuhan

Pernah ditulus di http://filsafat.kompasiana.com/2014/03/10/mengenali-kesombongan-640347.html

Liputan Seminar Nasional “The Role of Waqf Institution In The World Muslim Development”

Image335

Ini adalah kumpulan dan editan yang sudah saya tulis sendiri di https://twitter.com/guru5seni8 dan memenangkan lomba menulis. Bukan itu sih yang penting.

Yang penting adalah, mungkin ada beberapa individu yang memiliki keterbatasan untuk mengikuti dan membaca link tersebut, jadi….saya bantu melalui blog ini.

Mungkin, ini even 1 di Indonesia yang diselenggrakan oleh @sefgunadarma #gesent2014 yang jadi judul dari blog ini.

Foto di paling atas tulisan adalah foto dari kedua pembicara dan satu moderator yang saya ambil sendiri. Mohon maaf kurang bagus, karena memang bukanlah ahlinya.

Kita akan masuk ke apa sajakah yang dibahas oleh pembicara pertama.

“Berwakaf tidak wajib, tapi boleh digunakan hasil penggunaan sehingga jadi generasi yang cerdas dan dermawan”. sufi itu kurang tepat bila melaksanakan hukum Islam tanpa harta, kenapa?

jawab : “mustahil jadi muzakki, sholat wangi, beribadah haji kan butu harta kalo cuma minta berarti pengemis”.

“hibahkan ke orang itu seharusnya yang paling disayangi bukan bekas gitu,langsung kasi saat diberi” ujaran di acara @sefgunadarma.

“Belum ada wakaf di Indonesia berbentuk Rumah sakit, SPBU, Hotel, tempat bisnis, pasar, baru masjid dan kuburan” ujar @sefgunadarma. Dinar,dirham brbntk kertas bkn perak,emas yg dipake skrng sbg alat ukur,standar nilai,safety dlm komoditi.

Wakaq itu bisa menghilangkan hutang, tapi ada masalah disini yakni amanah. Butuh modal intelektual, UU wakaq saham bru dibuat.selain itu,butuh Human skill, human technical, human relation.

secara budaya waqaf uda ada sblm kemerdekaan,setelah merdeka ada UU no 5 thn 1990 tentang pokok agraria. Selain itu, ada PP no 28 tahun 1997 dan UU no 41.

Pembicara kedua Prof.Nor Azizah yang pernah belajar di USA untuk keuangan konvensional menyatakan “Beberapa peran penting institusi wakaf terhadap global ekonomi yakni 1.mengurangi ketergantungan terhadap dana kerajaan, tapi melibatkan beberapa sektor & dikontrol by government; 2.menghasilkan peluang pekerjaan, kurangi pengangguran, kestabilan politik, kurang jurang ekonomi. Ekonomi yang kurang bikin bergejolak, sehingga muncullah demonstrasi, 4.ekonomi global akan menerima kesan + sekiranya pelaksanaan & pengurusan waqaf dijalankan teratur & sistematis.

Caranya 1.dengan mengadakan kursus pengurusan waqf di Universitas, cara ke 2.membuat banyak kajian untuk penggunaan instrumen Islam dan profit pembangunan waqaf, cara terakhir adalah dengan bekerjasama dengan institusi waqaf dan orang yang mempunyai jabatan dalam agama.

Malaysia, Singapura, Arab Saudi, Mesir, Jordan, Turki bnyk waqaf saham & maju lbh cpt, Indonesia kapan yaa?

Foto dibawah adalah gambar yang diambilkan oleh salah satu panitia karena saya mintai tolong mendokumentasikan dengan media seadanya.

Gambar

Semoga Blog ini bermanfaat, Apakah ada yang punya opini? Menurut anda bagaimana?

Terima kasih ya untuk semuanya.

Salam,

Bedah film the exorcism of emily rose

Sebelum membedah, sedikit cerita dulu. Tadi malam, kami menonton film the exorcism of emily rose.

Sekalipun mendapatkan rating rendah, ada sesuatu yang menarik disitu. Yang menarik adalah ternyata disana ada penyebutan Psikologi, Shcizophrenia, Kesurupan dan Agama.

Disini, saya tiada mihak apapun ataupun menyerang siapapun. Sedikit cerita mengenai filmnya, karena saya sendiri juga menonton dalam keadaaan terpotong.

FIlm tersebut diangkat dari kisah nyata Emily yang melakukan bunuh diri karena kerasukan. Sudah begitu, pastur yang menjadi pemuka agama dipersalahkan. Padahal, ingin membantu.

Kesalahan itu diangkat hingga pengadilan, dimana hakim hanya punya hak untuk menyampaikan informasi dan hasil sidang (hukum) diberikan kepada yang lebih profesional.

Pastur tersebut dibantu oleh pengacara. Mereka, diteror juga sama mahkluk halus yang juga menganggu Emily.

Makhluk halusnya itu mengaku adalah Malaikat yang menjadi jahat.

Gitu saja deh.

Bagaimanakah sudut pandang anda?

Kalau saya sih netral.

Sekian,

Terima kasih.