Copy Write Mengenali Kesombongan

Depok-10/03/2014 pukul 05:10 AM WIB

Selamat pagi,

Mohon maaf mengganggu,

Mohon izinkan saya menulis untuk dibaca, hanya untuk berbagi.

Pasti, banyak yang sudah mengetahui apakah kesombongan itu. Tapi, ini akan saya/aku angkat. Kenapa? Ini penting karena bisa menghambat kesuksesan yang seharusnya bisa lebih meledak lagi.

Kesombongan sering kali berada di alam bawah sadar yang akhirnya membuat kita berperilaku dalam keadaan sadar maupun kurang sadar.

Orang sombong, memeliki ciri :

1. Kurang mau mendengarkan

2. Merendahkan orang lain (berkata “alaaaah, dia kan cuma anak kecil tahu apa sih?”, “Dia kan belum berpengalaman dan kurang mengerti terutama soal aturan” )

3. Mengungkit kebaikan yang telah kita perbuat (berkata “Kan karena aku bantu masuk kerja, makanya kamu sukses”, atau “Kami sudah bersusah payah menghidupi kamu”)

4. Pamer, menunjukkan dan menonjolkan kelebihan yang ia punya seperti kekayaan, ilmu berupa teori-teori, kerupawanan, kompentensi dengan tujuan “Ingin di puji” sebagai sesuatu yang membanggakan untuk dirinya ataupun lingkungan

5. Mendiamkan dan tiada berespon

6. Mencari-cari kesalahan

7. Tiada mau melakukan komunikasi secara interpersonal, asertif

8. Menutup diri terhadap masukan (dalam istilah Psikologi dikenal dengan defence mechanism)

9. Merasa bisa mengubah

10. Merasa banyak yang akan menerima

11. Mengorbankan orang lain

12. Egois

13. Pengeluh

14. Ingin di-aku-i (nyampur deh sama emosi marah)

15. Berkata kasar atau kurang santun

16.Melanggar aturan Agama, Moral, Politik, yang akhirnya membuat diri di perlakukan Psikososial atau dimanfaatkan untuk modus tertentu

17. Memperlihatkan bahwa dirinya lemah

18.Merasa dirinya paling benar

19. Suka berprasangka buruk/su’uzon

Penyebab kesombongan :

1.Pernah mengikuti seminar/workshop terutama yang Hebat dan dicari banyak orang

2.Mendapatkan penghargaan

3. Pujian

4.Lupa kalau diri pernah memulai dari nol, bahkan minus

5.Lupa kalau diri yang mandiri dan suksespun butuh bantuan orang lain karena setiap individu pasti mempunyai keterbatasan yang sebenarnya bisa saling melengkapi

6. Adanya trauma pada dirinya yang akhirnya mengulangi kesalahan yang sama, sekalipun pernah melakukannya baik oleh sendiri, maupun oleh orang lain

7.Ditutup mata dan hatinya oleh Tuhan

Pernah ditulus di http://filsafat.kompasiana.com/2014/03/10/mengenali-kesombongan-640347.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s