Esensi atau makna pacaran

Duh ya….sebel lihat beda kelamin menempel.

Kenapa?

Aduuuh….nafsu diperlihatkan di depan umum! Gila! Sudah hilang urat malunya, berani di depan umum, melakukan bergandengan tangaan, ciuman, pelukan, di rangkul, mojok, nonton bioskop gelap-gelapan, memajang foto, melakukan raba-raba bahkan melakukan sesuatu yang hanya di Halalkan pada saat setelah kita menikah (sensor).

Ya ampun neraka! hiii tahuuuut iiih!!! Udah gitu, pasti dah tuh jadi bahan pembicaraan orang alais gosip. Walhasil, kalau ada pihak yang perduli dan kasihan, mereka akan cenderung menasehati untuk melakukan perubahan pada diri dan pasangan itu. Tapi, seringkali, hanya dianggap omong kosong belaka dan lebih memilih terjun bebas.

Yah sudahlah bila emang di nasehati kurang mau, terima sajalah resikonya. Yah, paling-paling terjadi stres, apalagi kalau sampai hamil di luar nikah terus pasangan lari dari tanggung jawabnya atau tiada mendapatkan restu dari orang tua kedua belah pihak. Saat hamil, emosi harus dijaga benar-benar, Kalau tidak, yah…anaknya akan terganggu secara Psikologis. itu sih menurutku, menurutmu?

Iklan

Satu pemikiran pada “Esensi atau makna pacaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s